Kecantikan Pantai Medewi Dengan Ombak Surving

DSC_0016

Foto ini berjudul Jalan-jalan ke Bali Barat. Perjalanan yang dimulai di Denpasar menuju Pantai Pengeragoan dan Pantai Medewi di Kabupaten Jembrana, tempat ini khas dengan potensi surving yang banyak dilakoni turis. Disekitar pantai ada juga beberapa penginapan murah berkisar Rp 200.000/malam dan tempat makan yang lumayan murah. Kita akan meihat beberapa turis yang hobi surving terhampar di ombak-ombak pantai Medewi. Menurut salah satu turing disana, ombak Pantai Medewi termasuk bagus dan sudah didukung dengan keberdaan akomodasi.

Setelah di Pantai Pengeragoan dan Pantai Medewi maka ada satu pantai lagi yang kami sebut Pantai Perancak yang terletak di selatan kota Jembrana. Satu hal yang unik disini adalah penangkaran penyu,dibangun oleh sekelompok orang yang peduli penyu. Sebuah cerita yang kami dapat ketika di penangkaran penyu adalah keberadaan petani pemungut rumput laut yang mereka keringkan kemudian dikirm ke Pulau Jawa sebagai bahan kosmetik. Disatu sisi dari cerita pengelola penangkaran penyu menganggap bahwa pencabutan rumput liar itu akan menyulitkan penyu-penyu dalam mencari makanan. Ini adalah sebuah dilema.

Ikan dan Tumbuhan Air

Berdasarkan diskusiku tadi sore bersama petani tumbuhan air, peminat masyarakat Bali terhadap aquarium tumbuhan air masih sangat minim. Dia biasa berjualan di pasar burung Sanglah saat jam jam sore karena pagi harinya bertani di Tabanan.

Sangat diperlukan kesabaran dan ketekunan dalam menciptakan sebuah karya rumah ikan nan indah. Seperti dalam foto ini harganya mencapai 900ribu Rp. Setiap karya seni yang langka memang pantas dibayar mahal.

Pedagang di areal La Plancha

Sore tadi aku diam di areal La Plancha Seminyak, menikmati kursi warna warni terhampar di pasir pantai. Menikmati makanan dan minuman dengan harga dua kali lipat, mengamati aktivitas manusia di sore hari yang bersiap menunggu matahari terbenam. Membayangkan jika aku menjadi pedagang kain, pedagang kacamata, pedagang lukisan, pedagang gelang tangan dan pedagang layang-layang. mereka asik menyapa kami dengan barang dagangan dan senyum memelas mereka. Sebenarnya kami disini untuk bersantai menunggu matahari terbenam tapi kalian lumayan mengusik pemandangan kami.

Dalam foto ini adalah pedagang layang-layang yang menampilkan layangan tapi tidak menerbangkan layangan di hadapan kami. Pasti ada sebagian orang yang tidak tahu layang-layang maka tak ada salahnya jika pedagang ini menunjukkan pada kami apa itu layang-layang.

Sail Raja Ampat 2014

Dalam rangka pelaksanaan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari / Kapal Pemuda Nusantara (LNRPB/KPN) – Sail Raja Ampat 2014 yang akan dilaksanakan bulan Juni 2014 dengan rute pelayaran Jakarta – Kendari/Wakatobi – Raja Ampat – Sorong – Ambon – Makassar – Jakarta, maka Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Bali – Purna Caraka Muda Indonesia membuka seleksi kepada calon peserta dengan hal-hal sebagai berikut :

PERSYARATAN CALON PESERTA
1. Persyaratan umum peserta kegiatan Program Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara (LNRPB/KPN) Tahun 2014 dalam partisipasi Sail Raja Ampat 2014:

a. Warga Negara Indonesia berusia 18 – 30 tahun dan belum menikah.
b. Pengurus / Anggota aktif Organisasi Kepemudaan (OK), Pramuka, Karang Taruna dan Mahasiswa.
c. Sehat jasmani rohani, berprilaku baik dan tidak merokok
d. Tinggi dan berat badan minimal : Putri 155 cm dan 45 kg, Putra 160 cm dan 50 kg.
e. Bisa berenang, menguasai seni budaya daerah masing-masing dan kebaharian Indonesia.
f. Belum pernah mengikuti kegiatan LNRPB/KPN sebelumnya.

2. Persyaratan administratif umum peserta sebagai berikut:
a. Fotocopy identitas diri / KTP yang masih berlaku.
b. Fotocopy identitas diri / Kartu Mahasiswa.
c. Surat izin dari orang tua.
d. Surat izin cuti dari tempat bekerja (bagi pegawai / jika dinyatakan lulus seleksi).
e. Surat izin cuti dari Perguruan Tinggi / Fakultas (bagi mahasiswa / jika dinyatakan lulus seleksi).
f. Surat keterangan sehat dari dokter RSUD.
g. Pas foto terbaru dan berwarna latar biru, dengan ukuran 3×4 sebanyak 4 lembar, 4×6 sebanyak 2 lembar
h. Membuat proposal mengenai potensi dan peluang dalam usaha dan pelestarian kelautan/kebaharian di daerah masing-masing.

● Persyaratan Proposal :
minimal 10 halaman, kertas ukuran A4, spasi 1 ½, dengan ukuran font 12 Times New Roman.
● Format Proposal :
latar belakang, masalah atau potensi yang akan dibahas, gambaran potensi kelautan yang dibahas, konsep pengembangan atau pemberdayaan potensi kelautan, analisa pengembangan potensi dan strategi pengimplementasian potensi kelautan, kesimpulan dan rekomendasi.
3. Formulir pendaftaran dan syarat kelengkapan administrasi dikumpulkan dalam Map warna Kuning dikirimkan ke:

Panitia Penyelenggara Seleksi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/ Kapal Pemuda Nusantara (LNRPB/KPN) Tahun 2014

PCMI Bali

Bersepeda ke Padang Bay


Pagi itu 19 Januari 2014 Lelasan Berseri memilih rute Pelabuhan Padangbay Karangasem, berangkat jam 7 pagi dan tiba jam 10.30 pagi, kayuhan pedal kami santai seperti orang funbike di Renon. Titik peristirahatan kami hanya di Pura Goa Lawah dan terbagi menjadi group cepat dan group lambat, walau begitu tapi yang cepat tetap sabar menunggu yang lambat.

Dipinggir pantai dengan latar kapal pun menjadi pilihan untuk foto bersama dan Disebuah warung ikan tentunya pilihan santap saat di Padangbay, hanya menunggu 20 menit pesanan pun datang. Sangat lahap dan puas. Harga 1 posri Rp 30.000 belum termasuk minum. Tenang sejenak setelah santap ikan bakar sambil ada yg ke toilet dulu.

Perjalanan balik ke Denpasar start jam 11an siang dan langsung di hajar dengan tanjakan menuju traficlight Pura Andakasa. Setelah Pura Goa Lawah, team sudah mulai pecah sampai finish karena panas aspal dan panas matahari sungguh melelahkan. Lebih banyak berhenti untuk membasahi tenggorokan kering ini. Aku sendiri tiba di rumah jam 2an siang, teman yg lain ada yang tiba jam 3an sore. Sungguh sesuatu bersepeda bersama Lelasan Berseri.

Akuarium Tanaman Air

Hari ini mulai jam 11 siang sampai sore aku betah berkebun tanaman air di dua akuarium ini. Satu akuarium aku taruh di kamarku dan satunya lagi di belakang dekat meja makan. Hasilnya sangat memuaskan, bermodal akuarium yg minta di pak Agung dan hanya membeli tanaman air Rp 20.000. Aku sibuk memikirkan harus mengisi ikan apa, akuarium di belakang terpaksa di isi ikan komet yang memang ada di kolam sedangkan akuarium di kamarku awalnya aku isi koki bali tapi ternyata ikan santai itu tersedot ke sarang sedotan pembersih air akhirnya aku menggudangkan mesin pembersih air itu. Sekarang sudah aku isi 1 ekor ikan moly hitam. kasihan dia sendiri dalam akuarium yang besar ini, pengen nyari-nyari lagi moly hitam biar dia ada temannya dan cepat bertelur beranak.