Kopi warung di Ubud

Pedahan Muter Ubud monkey forest.

Mampir di warung yang nyempil di antara kios mewah dan villa.

Namanya juga warung. Semua ada. Nasi bungkus. Jajanan pasar. Camilan. Karyawan sekitar sana pada belanja di warung itu.

Kita pesan 4 gelas kopi bali dan jajanan pasar 12 biji.

Ada 4 temen yang nggak makan atau minum. Biasa diet dan 2 orang sedang puasa.

Pas udah mau bayar. Total semunya Rp 27.000

Pak surya nyeletuk “waduh Rp 27.000 setara segelas kopi simply brew di Sanur”

Hahahhal

Ya namanya juga kopi warung.

Iklan

Janda di bali

Sebuah kisah seorang perempuan dengan 5 anak perempuan dan suaminya meninggal. Perempuan ini bernama ibu jero tinggal di desa sambangan singaraja.

Ibu jero punya 100 are tanah dan Suatu ketika keponakan laki-lakinya menggugat harta tanah 100are tersebut.

Di ujung masalah gugatan tersebut akhirnya dibantu oleh Lembaga Bantuan Hukum Apik ibu Buda.

Sebenarnya Seorang janda seperti bu jero bisa balik nama sertifikat nya dengan menyertakan surat kematian suaminya. Sehingga harta tidak bisa digugat oleh siapa pun.

Bu Jero tidak memiliki anak lelaki. Hanya punya 5 anak perempuan.

Yang menjadi sangat aneh adalah Kenapa bu jero masih hidup sudah di gugat gunakaya oleh ponakan lelakinya.

Harta gunakaya : harta yg di dapat pada saat perkawinan.

Hasil Pengadilan Negeri singaraja memutuskan bahwa ponakan laki2 yg berhak mendapat semua warisan. Tapi setelah di advokasi oleh LBH Apik maka harta gunakaya di bagi 2 yang berhak adalah ponakan laki2 dan ibu jero sendiri.

Sebenarnya Kelemahan kasus ini karena kelian adat sebagai saksinya.

Sempat juga Sertifikat nenek di gugat untuk dibawa oleh ponakannya. Tapi LBH apik memberikan draf bahwa sertifikat tanah ini adalah nyawa bagi ibu jero. Semua tentang rasa.

Terima kasih taman baca Kesiman dan bale bengong yang sudah menyelenggarakan acara diskusi ini.

Perjalanan malam bersama Poky

16 maret 2019.

Bersama poky pukul 2130 dari renon, hujan masih rintik2, bergegas menuju desa pinggan. Sepanjang jalan masih gerimis. Masuk desa Kerta (Payangan) kami disambut manis oleh kabut. Garis tengah putih jalan aspal sangat membantu pandangan saya. Sepi hening, tak Ada kendaraan lain di belakang saya. Memasuki Hutan pinus, tanjakan dimulai dan garis putih aspal hilang, tak Ada lampu penerangan pemerintah, kabut semakin tebal disana. Poky hanya Diam. Agak cemas saya.

Masuk desa sukawana masih ditemani kabut cinta kintamani. Akhirnya tiba di desa pinggan pukul 23.20 Wita.

Perjalanan aman tanpa hambatan. Thanks alam.

Camping Asik di Lembah Gintungan desa Besakih.

Tempat ini dengan Suasana camping di kaki gunung agung terasa lebih dingin. Radius 8 km dari gunung agung membuat View lebih mantap, artinya saat pantulan matahari, gunung agung terlihat jelas bagaimana lebih dekat.

Di namakan lembah Gintungan karena di bawah lembah tersebut ada mata air yg bernama gintungan. Tempat ini baru berjalan 1,5 bulan dan dikelola kelompok gintungan di bawah naungan desa adat. Dengan tiket masuk donasi 5 ribu paling rendah kamu bisa duduk di alam terbuka dengan View lembah dan gunung agung.

Kalo mau camping dikenakan biaya 40.000 per orang jika bawa tenda sendiri. Jika tidak bawa tenda bayar Rp 100.000/ 1 tenda tambah biaya masuk Rp 10.000. Fasilitas yang di dapat antara lain penjagaan dari warga sekitar, kamar mandi, listrik, lampu dan dapur untuk masak.

Kawasan dengan Luas lahan 1 hektar sudah cukup Okey dengan support masyarakat sekitar yang melayani pengunjung yang datang. Jumlah kamar mandi 2 buah dan Ada juga warung yang dikelola kelompok. Untuk info lebih lanjut bisa hubungi

Putu Artawan kontak di 085792370116

Nikmat banget malam api unggun di sini. kedepannya kelompok akan membuat rute tracking bagi pengunjung.

bagi kalian yang mau camping akan merasa aman karena dijaga oleh beberapa anggota kelompok, mereka punya jadwal masing2 untuk berjaga saat ada orang camping.

Ketika terik siang di bawah pohon cengkeh, secangkir kopi pahit kita nikmati. Indahnya tempat ini.

Di bawah juga ada air rembesan, jalan ke bawah 15 menit. Warga dahulu biasa pakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Gini Lhow Punk

Denpasar kolektif itu semua orang setara, berusaha untuk membuka diri, dan tidak mengikat satu sama lain. Skrg punya perpustakaan zin. Sempet juga mengadakan bali zin festival. Sindikat pesta Kebon sebagai distro mereka. Kita nggak pernah memaksa orang untuk aksi. Semua datang dari keinginan sendiri.

Dunia punk itu tidak hanya musik. Ternyata ada literasi sebagai wadah belajar. Awal nama punk itu dari Inggris , bank punk itu kayak Marjinal dan sex pistol. Street punk biasanya ngamen, nongkrong, tidur di jalan. Crash punk lebih sering menolak perang, penampilan nya dengan celana banyak tempelan.

Ada wacana tentang “ayo terima anak punk di masyarakat” sedangkan dari anak punk sendiri tidak peduli mau di terima atau nggak. Berusaha jadi diri sendiri aja. Kita nggak bisa merubah pikiran masyarakat.

Mereka suka pantai

2 anjing ini nempel terus sama majikan nya.

Sambil buat lubang di pasir pantai.

Mereka lapar belum sarapan sudah cusssss pantai.

Dengan motor Mio. Mereka berdua berdiri di depan tempat kaki kita.

Hari minggu pantai Sanur sumpah kayak pasar. Pas banget pagi itu cuaca cerah banget. Hamparan pegunungan di utara kami tampak jelas. Banyak fotografer dari pagi buta menunggu sunrise pantai Sanur yg sudah terkenal itu.

Saking ramai nya. Pengelola pantai karang mengarahkan mobil parkir di pinggir pantai.

Begitulah hari minggu.

Hari keluarga.