Putih selalu ikut

Hari ini hujan sejak pagi.

Ada rasa untuk jalan2, coba main ke rumah Dita sambil kembalikan Sleping bag. Ternyata Dita demam dan dia mau ikut ke sawah.

Tiba di sawah jam 9 pagi, hujan tak henti2. Akhirnya balik ke dagang nasi dan tipat cantik. Dita bawa uang 5 ribu. Maha bawa 20rb. Cukup lah dapat 2 porsi. Mantap

Kata Dita , olahraga kita berakhir di dagang tipat cantok.

Hahaha

Iklan

warga di pinggiran bukit trunyan

Seorang warga yang punya lahan di atas bukit trunyan memiliki beberapa hambatan, seperti sulit mencari air, mesti jalan kaki ke desa trunyan untuk sekolah maupun sangkep banjar. Tapi justru akses mudah saat ke pasar di daerah Tianyar tengah.

Lahan yang ia miliki menyimpan view yg indah dan beberapa orang sudah datang kesana untuk bermalam.

Di ketinggian 1.300 mereka Menanam kopi dan saat saya mampir kesana , saya disuguhkan kopi Kebun mereka dengan Pengolahan tradisional.

Orang- orang disana sudah sangat tangguh naik turun bukit setiap hari.

Putih anjing ku tampak energetic naik turun bukit Trunyan.

Spontan Twice bar

Suatu malam,

Saat Dita Night ride seputaran kota Denpasar dan mampir ke taman baca Kesiman , bertemu lah dengan mas Anton M dan sayoga , makan nasi kuning gratis dan bincang2. Spontan jik alit dan tante Hani ngajak nonton Navicula di twice bar. Sungkan menolak akhirnya ikut.

Rame nya disana. Mata ngantuk pasti, syukur ada robi yg energik dan geeksmile yang cadas. Saatnya pulang dan tetap ngayuh sepeda jam 1 pagi menuju rumah. Ah malam itu sungguh spontan.

2 teman dg ingatan kuat

Aku tidak suka orang lain tau birthday ku. Apalagi facebook paling canggih kasi reminder.

Suatu hari ada Chat whatsap dari Yuning dan dayu Risma yang memberi ucapan birthday , spontan saya kaget. Kok dia masih ingat. Jujur saja. Saya aja nggak ingat tgl birthday mereka. Maafkan.

Tempo dulu saya akrab bersama mereka. Membuat cerita cerita yang berkesan. Sampai akhirnya waktu membuat kami jarang bertemu.

Thanks buat ingatan kalian yang luar biasa.

Vibes.

Wendy Yap

Wanita tangguh yang selalu menginspirasi.

Dia adalah atlet Singapore yg sudah kelas internasional. Saat ini tinggal di bali, dia senang dengan geografi bali untuk bersepeda.

Setahu- ku semua jalan tanjakan di bali sudah pernah dia lewati, sampai jalan2 kecil yang ada tanjakannya sudah pernah di lewati.

Dia suka nanjak untuk bakar lemak nya , sebagai atlet, badan segitu belum proposional.

At least, semua tanjakan di bali akan tampak indah di foto.

Bali is the Best buat kaum Pesepeda.

Percaya deh