WISATA SUSUR SUNGAI SEKALIGUS AKSI PEDULI LINGKUNGAN


Pencemaran lingkungan sudah merambah ke aliran sungai dari hulu ke hilir. Pola hidup masyarakat yang terbiasa membuang sampah ke sungai telah mengurangi nilai keindahan sungai tersebut. Hal itulah yang membuat seorang ibu bernama Bayu menciptakan suatu aktivitas wisata yang sering disebut susur sungai.

Bu Bayu yang sebelumnya bekerja di Sobek, maret 2011 lalu memutuskan untuk ‘resign’ agar dapat fokus mengembangkan kegiatan wisata ini. Daerah Ubud dipilih sebagai tempat susur sungai ini karena sudah terkenal sebagai pusat kepariwisataan di Kabupaten Gianyar. Letak wisata ini tepat berada di desa Laplapan aliran sungai petanu dan beberapa pemuda-pemudi desa setempat ikut serta membantu pengembangan kegiatan wisata ini. Mereka biasanya berperan sebagai pemandu selama susur sungai berlangsung. Menurut Wayan salah satu pemandu disana, saat usia anak-anak, dirinya sering bermain di sungai Petanu sambil memancing dan saat itu kondisi sungai masih bersih. Wisata ini termasuk unik karena pengunjung akan berjalan di air melawan arus sungai Petanu. Orang awam mungkin mengira bahwa ini mudah saja, tetapi jika pernah mencobanya, waw ternyata memerlukan tenaga yang cukup besar karena harus bergerak di dalam air dengan melawan kuatnya arus sungai Petanu. Biasanya selama perjalanan, pengujung dan pemandu menyusur sambil memungut sampah plastik yang menyangkut di pinggiran sungai. Susur sungai ini menempuh jarak 2 km dengan waktu tempuh 3-4 jam dengan memakai alat pengaman seperti helm, jaket pengaman dan sandal khusus air. Selama perjalanan, akan melewati 2 pos yaitu sebuah Gua buatan saat zaman penjajahan dan beberapa sumber mata air yang dimanfaatkan warga sekitar. Dengan adanya wisata ini, sedikit demi sedikit tingkat pencemaran sampah di aliran sungai ini dapat teratasi. Selama pengamatan, pihak pengelola telah memperingati hotel dan vila di pinggiran sungai yang membuang limbah hotel sembarangan guna mencegah rusaknya ekosistem sungai Petanu. Diakhir penyusuran menuju tempat awal, pengunjung harus berjalan melewati tanjakan semak-semak dan akan menyaksikan tebing perbukitan desa Laplapan. Gubug kecil sudah disediakan sebagai tempat mengganti pakaian dan makan siang sejenak. Ini bisa menjadi alternatif tempat wisata air dengan menguji sedikit adrenalin masing-masing sambil memungut sampah plastik di aliran sungai Petanu, Ubud, Gianyar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s