Gento Sutoyo


20120728-002004.jpg

Ingin bercerita sedikit tentang pengalaman ku ketika menemani kakek Gento bersepeda ke Ubud kira-kira 2 tahun yang lalu. Ketika itu aku baru 2 bulan mendalami olahraga sepeda dan belum banyak mengenal orang-orang goweser. Awalnya aku biasa berkumpul dulu di depan banjar Taensiat baru kemudian bareng-bareng ngetrek Ubud. Selama perjalanan aku belum banyak berbincang dengan kakek Gento, karena sudah di temani jik Dewa Satak.

Menyenangkan beramai-ramai selama perjalanan sehingga tak begitu merasakan lelah. Baru akhirnya ketika perjalanan balik ke Denpasar, track kami sengaja melewati monkey forest dan desa peliatan. Selama itu pula, kakek Gendo selalu memotret hal-hal unik yang beliau jumpai di Ubud. Semisal patung batu penari bali dengan cat emas pun beliau foto dengan cermat, selama perjalanan kami banyak berhenti untuk menunggu kakek Gento yg asyik memotret. Kami menganggap hal ini adalah wajar karena belum tentu ada di kota asalnya, Jakarta Pusat.

Senang sekali bisa membantu beliau yang sudah ber umur tapi masih tetap kuat gowes dan sangat update dengan kecanggihan teknologi. Menurutku, di Bali itu sangat jarang ada kakek yg sudah update teknologi. Beliau sudah sangat fasih berinteraksi di media sosial seperti Facebook.

Regards.
Samas Bali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s