3 Jam Menuju Puncak Tertinggi Batur


3 Jam Menuju Puncak Tertinggi Batur

Aktivitas mendaki gunung termasuk olahraga yang tak banyak disukai orang karena memerlukan tenaga dan mental yang kuat. Ini lebih disukai oleh mereka yang memiliki jiwa petualangan. Cewek model or fashion pasti menolak jika diajak naik gunung. :p

Pada 27 April 2013 lalu aku dan 6 orang temanku berwisata ke gunung Batur dengan naik mulai pukul 1 pagi mengambil arah terdekat menuju puncak tertinggi. Selama perjalanan kami menghaturkan sesaji canang di 2 pura yang kami lewati sebagai tujuan minta izin.

Ketika itu cuaca sangat mendukung dan langit tampak terang benderang mengingat itu adalah 2 hari setelah bulan purnama. Sampai-sampai lampu senter kami tidak banyak berfungsi karena bantuan bulan purnama ini. Sesaat kami berhenti untuk meneguk air putih dan mengistirahatkan jantung. Kekuatan kami bertujuh tidaklah sama maka 1 diantara kami pun tampak berjalan pelan di belakang ditemani sahabatnya. Ketika sudah melintasi kemiringan gunung maka tiupan angin pun semakin kencang mengoyahkan tubuh ini. Topi, Slayer dan Slop tangan sangat membantu ketika itu.

IMG01924-20130428-0611

Akhirnya sekitar pukul 4 pagi kami berlima tiba di puncak tertinggi dengan suasana senang dan sudah ada beberapa pemuda yang tiba duluan di puncak. Mereka asik bercengkrama sedangkan kami bergegas membangun 2 tenda mini sebagai rumah sementara kami. Melihat cuaca pagi dan tiupan angin yang dingin maka masuk ke dalam tenda adalah pilihan yang paling tepat. Kami rebahan dan tiduran sejenak di dalam tenda.

2 jam kemudian, kami terbangun dan sudah terdengar seperti di pasar sukawati, ternyata sudah banyak orang yang siap menanti sunrise, kami membuka pintu tenda dan woow tampak dengan jelas perbukitan gunung, danau, laut dan sunrise. Kapan lagi kita bisa liat view ini ketika bangun tidur. Maka sesi foto-foto pun tak mungkin kami tinggalkan. 2 jam berfoto sudah membuat perut kami lapar dan Gede Cakra sudah menyiapkan parafin nya memasak mie dan membuat kopi susu. Tak cukup hanya itu, karena di puncak juga ada warung yang menjual kopi,teh, mie rebus, telor rebus. Harga sarimie rebus Rp 10.000/porsi.

IMG01936-20130428-0625

Jam 8 pagi sudah banyak orang-orang yang turun gunung untuk menghindari panas membara. Berbeda dengan kami yang malam lanjut tidur di dalam tenda. Kami menjadi orang-orang yang datang pertama dan pulang belakangan. Semakin siang maka hembusan debu sangatlah jelas, maka kain penutup wajah sangat diperlukan disini.

Sekitar jam 10 pagi kami merapikan tenda dan bergegas turun gunung sambil berfoto-foto sepanjang jalan. Ingatlah selalu memakai sunblok untuk menghindari kulit yang terbakar. Kami tiba di bawah sekitar jam 1 siang dan langsung menyantap nasi+ikan mujair danau batur. Mandi belakangan yang penting makan dulu.

Ini sungguh menjadi cerita seru dan sudah kurekam dalam tulisan blog ini, semoga bermanfaat bagi kalian yang membaca.

IMG01996-20130428-1129

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s