Holiday menyenangkan ke Dolphin Lovina- Sapi Gerumbungan dan twin Lake


Mengejar lumba-lumba ke tengah laut bisa disaksikan di lovina, kebanyakan orang melihatnya di pagi hari karena bisa lihat sunrise dan udara masih sejuk, adapula yang melihat di sore hari sekaligus sunset_an di tengah laut menunggu lumba-lumba muncul. 
Ini adalah pengalaman pertama ku mengejar lumba-lumba di Lovina, wajib bangun jam 5 pagi dan aku mendapat suguhun sunrise yang luar biasa dari alam. Walau momennya hanya sekian menit tapi kebahagiaannya berasa sampai sekarang. Ditemani Pak Ketut Mangku yang menjadi tukang jukung saat itu, jukung miliknya ada tempat duduk khusus yang membuat nyaman penumpang. Tak lupa selfie dulu sebelum berangkat, langsung upload dong karena di tengah laut pun ada signal yang memadai. 


Baru saja tiba di spotnya sudah ada lumba-lumba yang muncul, video dan foto langsung keluar mengingat momen langka di minggu pagi. Setelah rasanya puas kejar-kejaran maka momen snorkeling menyenangkan dimulai, lovina adalah lautan yang arusnya tenang, jukung tetap setia parkir di dekat kami snorkeling, asiklah pake lifejacket mengapung-apung di permukaan laut dangkal. Maka aktivitas pagi itu kami tutup dengan breakfast mewah di Sunari resort.


Siang itu ada sebuah pertunjukan seni bali yang disebut Sapi Gerumbungan, walau acara jam 2 siang, semangat ini tetap ada demi menggali informasi dari warga dan memenuhi hasrat rasa ingin tahu. Baru masuk lapangan pertunjukan sudah langsung menyebar foto-foto setiap momen walau di beberapa titik ada kotoran sapi yang baru keluar, maklumlah mereka sudah siaga dari jam 12 siang. Banyak hal unik yang bisa dilihat misalnya wajah dan leher sapi dielus-elus agar tidak galak, ekor sapi ditekan-tekan ke atas agar ketika tampil berlari dengan ekor tegak melengkung, dan pemilik sapi sesekali memegang kelamin sapi. Salah seorang peserta lomba bercerita bahwa sebelum lomba dia melatih sapinya untuk berlari dan menghias sapinya dengan atribut kesenian. 

Dalam acara Sapi Gerumbungan ini yang menjadi kriteria penilaian adalah gerakan sapi berlari dengan kepala mendongak dan ekor berdiri, ketepatan arah dan seni berlari. Wah ternyata bukan kecepatan berlari yang menjadi pemenang yah. 


Walau waktu yang sedikit untuk melihat sapi gerumbungan tapi lumayan sudah menginspirasi. Selama perjalanan pulang ke Kuta, tak lupa mampir ngopi di pinggir danau Tamblingan-Buyan. Minum kopi bali plus pisang goreng dalam suasana itu berasa nyaman banget deh. Ingin lama-lama duduk disana menikmati anugrah alam semesta. #pesonaIndonesia #wonderfulIndonesia 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s