Janda di bali


Sebuah kisah seorang perempuan dengan 5 anak perempuan dan suaminya meninggal. Perempuan ini bernama ibu jero tinggal di desa sambangan singaraja.

Ibu jero punya 100 are tanah dan Suatu ketika keponakan laki-lakinya menggugat harta tanah 100are tersebut.

Di ujung masalah gugatan tersebut akhirnya dibantu oleh Lembaga Bantuan Hukum Apik ibu Buda.

Sebenarnya Seorang janda seperti bu jero bisa balik nama sertifikat nya dengan menyertakan surat kematian suaminya. Sehingga harta tidak bisa digugat oleh siapa pun.

Bu Jero tidak memiliki anak lelaki. Hanya punya 5 anak perempuan.

Yang menjadi sangat aneh adalah Kenapa bu jero masih hidup sudah di gugat gunakaya oleh ponakan lelakinya.

Harta gunakaya : harta yg di dapat pada saat perkawinan.

Hasil Pengadilan Negeri singaraja memutuskan bahwa ponakan laki2 yg berhak mendapat semua warisan. Tapi setelah di advokasi oleh LBH Apik maka harta gunakaya di bagi 2 yang berhak adalah ponakan laki2 dan ibu jero sendiri.

Sebenarnya Kelemahan kasus ini karena kelian adat sebagai saksinya.

Sempat juga Sertifikat nenek di gugat untuk dibawa oleh ponakannya. Tapi LBH apik memberikan draf bahwa sertifikat tanah ini adalah nyawa bagi ibu jero. Semua tentang rasa.

Terima kasih taman baca Kesiman dan bale bengong yang sudah menyelenggarakan acara diskusi ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s