Puhu. Dusun selasih.


Melali ke kebun pisang biu batu.

Sejuk dan adem desa ini.

Melihat lebih dekat bagaimana mesin alat berat memberantas berhektar2 kebun Pisang.

Mendengarkan keluh kesah petani yang sedang di landa polemik lahan. Tanah yang semula milik puri dan sampai saat ini berbicara tentang masa lalu bagaimana rakyat mendapat jatah tanah. Faktor pariwisata mendorong oknum untuk membangun kawasan mewah pariwisata di desa ini.

Simpel ya bicara daun pisang. Daun pisang banyak banget manfaat nya. Nasi jinggo yg sering aku lihat dari bahan daun pisang.

Sedih hati ini melihat pemandangan ini. Banyak pohon di tumbangkan. Petani rugi sudah memberi pupuk dari awal. Desa ini sangat subur. Tanah pisang cepet tumbuh.

Di akhir sore. Kami mampir ke sumber air desa puhu. Air sungai ini dingin banget. Pingin banget mandi. Tapi lain kali aja deh.

Main di Sungai merefresing otak ku dari pemandangan sedih pembabatan kebun pisang.

Ahhhh

Semoga ada jalan tengah di antara petani pisang dan investor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s