jepun merah kesukaan ku

belajar menyambung jepun itu seru ya ternyata,, suatu ketika pas sepedaan mampir ke rumah saudaranya dwi puspa,, kebetulan itu hari kajeng kliwon,, dan akhirnya minta 2 batang jepun,, aku ikat batang itu di badan ku dengan tali rafia, seperti foto di bawah :


wah seru deh, berasa banget pengorbanan nya bawa batang jepun sambil sepedaan,, nyambung batangnya 2 oktober 2016 dan baru berbunga bulan 2 mei 2017,, menanti dia berbunga dengan rasa tidak sabar..
luar biasa bunganya ,, cantik, suka lihatnya,,

Suka hijau 


Teman ku bernama Yuning. Beberapa kali komen dalam foto Instagram dan berkata ” duh cakep ajak Aku kesana” 

Ini orangnya suka gowes ke jalur hijau. Dan jangan ngebut. Maka sabtu Pagi Ini Kita bertiga Susur rute hijau. Dari jam 6.30 – 1 siang. Mayan lah home – sangeh muter bongkasa. 
Kapan2 dia akan selalu merindukan rute jalur hijau. 

BPR Lestari Penyelenggara Entrepreneur Festival 2017 


Dalam acara yang bertajuk entrepeneur pada 18 Maret 2017 bertempat di hotel Harris conventions jalan Cokroaminoto Denpasar itu telah menghadirkan banyak pengusaha. 

Pada sesi ini ada banyak nominator entrepreneur di antaranya : 

1. Ni Putu Arie Utami (Anemone cara baca ajaib)

2. Rani (pie susu ratu) 

3. Amelia (toko bangunan Home solution)

4. Ketut sulistiawati (Somia consulting) 

5. Ketut kartika 

6. Ari wicahyana (baladeva)

7. I Nyoman Sukadana (Elizabeth International)

8. Ida ayu Oka Purnamawati (bros Hospital)

9. Gede sumandana (unagi handicraft)

Penghargaan the ikon bali khusus dipersembahkan kepada Mario Blanko. Menurutnya untuk menjadi anak seniman itu kata orang mudah, tapi pada kenyataannya sulit. Saya sebagai penerus ayah saya, saya seorang seniman dan juga menjalankan usaha. Saya penerus museum Blanco dan baru selesai total pada tahun 2000. Ternyata museum Blanco sudah dijadikan contoh oleh beberapa pelukis dan sesungguhnya museum sudah ada sejak lama walaupun hanya berbentuk rumah galeri. 

Sedikit cerita dari Ni Putu Arie Utami pendiri Anemone cara baca ajaib. Pada awalnya saya adalah tamatan sarjana arsitek, seorang ibu yang punya masalah dengan anak saya yg belum bisa baca sebelum masuk sekolah. Akhirnya saya coba-coba sendiri dan akhirnya menemukan metode cara baca ajaib. Anemone punya konten lokal yaitu memberi solusi cara membaca cepat. Awalnya brandingnya cukup sulit, sampai jemput anak-anak biar mau di tempat kami. Awal buka Anemone pada tahun 2007 mengajar sendiri sampai kewalahan dan mulai expansi ke beberapa kabupaten di bali karena ada beberapa orang tua dari Kintamani atau Bangli yg mengantar anaknya ke Denpasar hanya untuk belajar cara membaca ajaib Anemone. Akhirnya pada tahun 2012 anemone menjadi franchaise dan sekarang ada 56 outlet. Kata-kata hebat adalah kita harus melihat kebutuhan pasar untuk tetap bertahan dalam usaha ini. 

Paparan I Nyoman Sukadana saat itu bahwa Elizabeth International di awal brandingnya sangat kuat. Dulu saat saya kuliah sempat kerja daily worker di hotel, tapi uangnya sedikit akhirnya saya jualan ukiran guci dan hasilnya lumayan karena saya ingin membeli mobil. Tamat kuliah kemudian mendirikan kursus bahasa Inggris di Bangli dan merasa nyaman mendirikan kursus bahasa Inggris. Seiring perjalanan waktu dan rintangan akhirnya lahir Elizabeth internasional yang saat ini menjadi peminat banyak orang sebagai tempat belajar. 


Pengusaha wanita bali bernama Ketut Sulistiawati bergerak dalam bidang yang unik dan tidak banyak orang melakoninya. Ibu Sulis pernah tinggal di Singapore selama 10 tahun dan secara nasional sudah sangat terkenal dan mengembangkan bidang user experience dengan konsep yang sederhana. Misalnya bagaimana kita mendesign pengamalan user karena berhubung saat ini yg booming itu teknologi maka kita harus paham tentang Empati user dan terus mengembangkan Kreativitas.  

Sebuah kata kunci dalam menjalankan bisnis adalah harus fokus pada salah satu antara lain lebih cepat, lebih murah atau lebih baik. Semisal BPR Lestari dalam pelayanan jasa pemberian kredit sangat mengutamakan kecepatan dalam batas waktu 3 hari dalam link lebih jelas http://bprlestari.com/kredit/kredit-usaha-kecil.html karena kita melihat pada umumnya betapa menderitanya mereka yang butuh kredit tapi malah di buat menunggu lama tanpa kejelasan. 

Berbicara mengenai marketing sebagai pendukung perjalanan usaha, sesungguhnya kebanyakan orang saat ini selalu dekat dengan smartphone maka marketing semakin mudah dengan sosial media. Selengkapnya http://the-mni.com/strategi-posting-di-sosial-media/

Selain fokus pada marketing, kreativity adalah kunci dalam menjalankan bisnis. 

Asal tau aja, bahwa bali krisis air. By ibu Viebeke

Krisis air di Bali belum sepenuhnya di pahami oleh masyarakat berbagai strata.
Banyak hujan, bor sumur kan banyak air

Kemarin tgl 11 pdam tutup banyak yang bilang aduh untung saya ada sumur bor jadi air ngecor. Padahal sumur bor itu salah satu penyebab krisis air.

Krisis air di Bali itu karena persediaan air tinggal 20% saja 

Solusinya harus dengan sumur recharge langsung ke palung palung air dan ini butuh dana besar untuk meneliti dimana palung paling di seluruh Bali

Lapisan tanah juga kering maka air hujan tidak langsung menyerap

Solusinya buat biopori sebanyak banyaknya dan di halaman besar buat sumur gali seperti banbang jaman dulu jadi air tidak mengalir semua ke sungai dan ke laut tapi di serap di tanah.

(Penyebabnya juga karena over pembangunan) 
Pemerintah belum sekata ada yg belum mengakui krisis air (kurang piknik)

Di Bali ada 11 lembaga yg mengurus air jadi bayangkan kisruh ya. Tidak adanya water governance mengakibatkan poor management.
Kebutuhan satu turis di bali rata rata 2000 liter perhari (kamar 400 dollar : 4000 liter perhari per oranga; kalau 59 dollar: 1000 liter per orang) sedangkan kebutuhan dasar per orang di Bali kalau layak hidup sehat dan bersih itu sekitar 180 liter per hari perorang.

Sedangkan di Bali ini apalagi di daerah miskin potensi dan kekurangan air perorang rata rata 14 liter saja.

Pemerintah selaku pemegang kewajiban (duty bearer) perlu mengelola air supaya air terjangkau (paling jauh 1 kilo), air sehat tidak berbakteri; dan tidak boleh lebih dari 3% dari pendapatan.

Di Bali air di sedot utamanya oleh industry pariwisata (hotel, spa, laundry, wisata air spt waterbom) jadi rebutan dengan subak (dampaknya terhadap ketahanan pangan) 

Penjual air minum galon juga misalnya dan termasuk air isi ulang (bisa berbakteri juga).

Ini semua dampaknya ke sosial lingkungan stabilitas – menimbulkan konflik (mis. Hotel lawan populasi)

Solusi yg di tawarkan diatas itu: sumur recharge, sumur resapan dan biopori; bisa sangat mengurangi /menyelesaikan masalah krisis air. Di tambah lagi kalau kita mau menampung air hujan, biasakan saja menampung sombah di ember untuk di pake ngepel, cuci motor mobil nyiram dll.
Perlu management air (pemerintah) terpadu yg serius efektif bukan egosentris ke budget dan tupoksi masing2
Perlu juga mengendalikan para pebisnis dan mereka ikut bertanggung jawab.

Perempuan posisinya paling susah karena perlu menyediakan air untuk keluarganya. Di dusun dusun perempuan jalan kaki 3 kilo sd 6 kilo untuk cari se ember air untuk cuci masak.

Rute lemukih

Dan Malam ini ingin menulis my off day dengan cara bersepeda di musim hujan 17 January 2017. Menang rute Ini dari dulu ingin ku lalui, dan akhirnya Siwi awi yg menjadi Korban dalam touring Ini. Denpasar – desa catur masih okey lah ya. Setelah itu masuk desa tambakan hujan di mulai, mampir ke sebuah Warung bertanya gambaran rute ke desa pakisan, bapak itu berkata kalian ajak jalan kaki 2 jam. Dengan sok ku Jawab iya gpp. Okay perjuangan dimulai dari situ. Hujan Datang dan pergi. Jalanan rusak pun dimulai. Satu jam berlalu. Dua jam berlalu. Tiga berlalu dan perut keroncongan tapi tak Ada Warung sepanjang jalan. Akhirnya setengah jam kemudian Ada Warung pertama yg kami gedor karena ibu itu Katanya mau makan siang. Baik lah lunch kami dapat jam 3 sore. Setelah menjajal rute jalan parah dengan sepeda road bike, ampun dj. Jam 4 sore baru Ketemu jalan aspal mulus di desa bontihing, dan Kami baru sadar bahwa benar kata bapak Warung yg kami temui di desa tambakan. 

Baiklah perjuangan belum berakhkir, masih Ada 1 Bukit lemukih menanti di depan tapi hujan sangat deras menghantam. Terpaksa masuk warung rehat tidak tenang selama sejam kurang, pikiran Sudah ingin Pulang tapi berpikir jam berapa akan tiba di Rumah Karena jam 5 sore Kita masih di desa bebetin. Oh men.  Bergegas melawan hujan yg masih deras. Dingin pasti lah. Dan setelah 3 jam berjuang melintasi tanjakan lemukih, perut keroncongan Lagi. Tak Ada warung buka jam 8 Malam itu. Awi pun menuntun Karena Sudah tak Ada energy. Oh man ternyata di depan Ada 1 warung hampir tutup. Gelap dan sangat dingin Kami dinner mie rebus telor. Makan Kita Sudah kayak nggak makan 3 hari. Dan tahukah kalian setelah dinner itu Kami Harus melalui 5 km Lagi menuju jalan Utama. Itu masih nanjak loooo. Dan awi orang yg paling tidak kuat dengan dingin. Sepanjang 5 km itu dia kesakitan menahan dingin. Sampai pada akhirnya finish di jalan Utama denpasar Singaraja, awi berkata. Kita harus menghentikan pick up lewat alias evacuation Karena Sudah jam 9 Malam , Tenaga habis. Dingin iya dan battere lampu Sudah habis. Lengkap Sudah. Pick pertama lewat yg membawa sayur jepang mau berhenti mengangkut kami menuju mengwi eh tapi sopir itu Malam mengantar Kami sampai pasar mambal. Oh men baik banget pak sopir itu. Di bayar 50 malah menolak. Sampai Kita paksa biar dia mau menerima. Nggak mau di bayar dia. 

Done Aku tiba di Rumah jam 11. 30 Malam. 

Okay. Aku dan awi memutuskan tidak akan melintasi jalan rusak tambakan Pakisan dengan road bike.