beli buah kayak ke desa Seraya timur. 

 

1 april 2015 lalu aku naik motor ke desa seraya timur. Tujuan nya hanya satu yaitu membeli buah silik atau kayak untuk ayah. Saat itu musim nya sudah habis maka di setiap ada keramaian warga aku berhenti untuk bertanya dimana ada orang jual kayak. Hampir 15x bertanya akhirnya  ada anak2 kecil lg main bulutangkis, dan mereka mengantar ku pada ibu2 penjual kayak. Sekaligus aku beli 50ribu sehingga pulangnya aku magerendotan. Tgl 3 april tiba di rumah ternyata sudah banyak yg Mateng dan tenyata aku kebanyakan beli 50rb. Hehehhehe 

Musim Panen buah silik di desa Bunutan

  

Sehari Setelah Nyepi kemaren saya melali naik Astrea ke desa Bunutan Karangasem. Menuju Arah desa Tri Buana , nanjak ke banjar Sega dengan jalanan sangat curam dan Pemandangan INDAH luar biasa seperti foto di atas. Ceritanya explore desa-desa terpencil yg memiliki keunikan tertentu. Jadi harga buah silik di desa Bunutan dan desa Seraya adalah Rp 500/buah dengan ukuran buah sedang. Saat itu Aku membeli 40.000 untuk ayah di rumah yg Doyan silik. Rasa buah nya sangat manis karena dua desa itu memiliki daerah sangat Kering  dan jarang hujan. 

Cuban Rondo Malang



Ceritanya 13 Maret 2015 Club sepeda Lelasan berseri sedang holiday ke Cuban Rondo Malang. Awalnya aku sudah daftar buat ikut tapi berhubung ada Project dadakan akhirnya lebih pilih uang daripada ngabisin uang. Hihihi. 

Dari foto, tampak indah air terjun itu, Indonesia memang indah. 

14 Pebruari 2015 Wisuda Udayana Universitas

IMG_1221

Hari ini mulai menikmati yang namanya mepayas. Sayangnya belum bisa mepayas sendiri di rumah jadi mesti rempong ke salon dan bayar sekian rupiah demi sebuah kata “cantik”.

Wisuda kali ini tidak di akhiri makan siang oleh pihak panitia, entah karena kekurangan dana atau memang begitu, kami bayar wisuda sebesar Rp 900.000 (seingat ku). Angka ini masih dalam kategori murah ketimbang kampus lain yang harus sewa Westin Nusa dua dan tiap orang bayar 3 juta.

Ketika acara bubar, aku malah melewatkan momen foto bersama Adji Prakoso, Ima , Dewangga Selangga, dan krisna Murti. Yah mereka orang-orang hebat dari organisasi ku dulu bernama GMNI denpasar.

Seperti biasa, datang macet dengan mobil, pulang pun macet lagi, terutama dari titik perempatan mcd dan KFC. Ya aku nebeng mobil temen, walau awalnya sempet mau naik motor tapi cemas make up luntur karena hujan di sekitar Jimbaran.

Aku baru tau rektor Unud yang sekarang senang melelucon. Ceria deh pokoknya. Happy always.

Sedihnya pada wisuda kali ini tidak bisa berbarengan dengan Agus Indrawan.

Okay. Mari istirahat. !

Yudisium 12 Pebruari 2015

IMG_1178

Ini acara yang membuat hati senang sebagian orang, tapi bagi aku ini acara yang super ribet, mesti berpakaian press, mesti ke salon 3 jam sebelumnya, mesti pakai lipstik yang bikin susah makan sembarangan, dan tentunya sudah tidak nampak lagi yang namanya cantik alami.

Ini yang di sebut Yuber Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universities Udayana…

Setelah moment tersebut maka mari kita lanjutkan mau melangkah ke arah mana.

Para istri Lelasan Berseri Cycling Club yang hobi sepeda

IMG_1097

Ibu-ibu yang punya hobi sepeda di Bali itu jarang lhow. Apalagi wanita bali yang sudah padat oleh acara adat. Apapun olahraga mu yang penting berkeringat.

Ok jadi beberapa kali aku berpapasan dengan couple suami istri yg bersepeda rute denpasar – Ubud atau pun renon – serangan island. Iya mereka tergabung dalam Lelasan Berseri Cycling Club. Tiap bulan mereka arisan bapak2 dan ibu2 untuk menjaga silaturahmi.

Couple yg pernah aku lihat adalah couple babe dan Jik Erik – Bu Tami.

So sweet banget deh mereka itu.