Launching Smartfren Andromax 4G 

Kini kestabilan dan kecepatan 4G sudah bisa dirasakan di Andromax. Banyak provider yang telah meluncurkan cara cepat untuk mengakses internet, baik melalui 3G maupun 4G dan technology Smartfren EVDO CDMA tetap jalan/beroperasi sampai saat ini. Pada 19 Juni 2015 lalu saya berkesempatan menghadiri launching Smartfren andromax 4G di Nusa Dua, Bali. #bali4Gready

Acara yang berlangsung singkat tersebut telah berhasil memaparkan secara detail kecepatan dari andromax 4G. Smartfren melalui nama produk andromax 4G LTE melihat bahwa potensi pasar Indonesia yang begitu besar. Adapun beberapa alasan peluncuran 4G ini adalah saat membuka video masih terjadi buffering, sebelumnya banyak beredar handphone 3G dengan harga 3-5 juta nah jika penggunanya mau menambah kecepatan 4G maka smartfren andromax 4G LTE jadi pilihannya, selain itu banyak pengguna smartphone yang membutuhkan wifi saat mengupgrade IOS smartphone mereka. 

Smartfren andromax 4G mendesain 2 model yaitu wifi andromax M2P dan andromax M2Y. Masing-masing memiliki kecepatan di atas 100 Mbps dan support sharing sampai 32 usher. Bagi pelanggan andromax 1 juta pertama bisa membeli dengan harga spesial Rp 399.000 dan setelah aktivasi konsumen akan mendapat dukungan paket bonus data sebesar 4,5 GB dan tambahan 19 GB data per bulan dengan minimum pengisian pulsa Rp 100.000. Begitu banyak kemudahan yang diberikan oleh Smartfren kepada konsumennya. Nah motto yang dimiliki smartfren adalah “Apapun devicenya, smartphone apapun operatornya, internetnya pakai andromax wifi”.

Kini juga ada layanan my smartfren dimana namanya smartslider, kita bisa mengatur sendiri layanan sesuai kebutuhan kita dan pembeliannya pun sangat nyaman. Di bulan Ramadhan ini juga ada promo dobel kuota pada pembelian paket di atas Rp 60.000 berlaku mulai 1-31 Juni 2015 jadi akan mendapat tambahan bonus 2 GB khusus di bulan Ramadhan ini. 

Layanan jaringan smartfren memiliki jumlah frekuensi 40 Mhz yang artinya memiliki feasiblty yang tinggi dibandingkan dengan operator lain. Sebelumnya sudah dilakukan uji coba frekuensi kecepatan Andromax 4G di sekitar Nusa Dua, Jimbaran, Airport Ngurah Rai, sampai Canggu dan hasilnya sangat baik. 

Maka dengan berhasilnya peluncuran Smartfren andromax 4G ini akan semakin membantu konsumen dalam berkarya dan tentunya bisa mengunjungi link http://www.smartfren.com untuk mengetahui lebih detail semua produk terkini. #go4Gready

  

 

 

Srikandi jilid 5 Bima – Bali pada tanggal 5-11 Juni 2015 

  
Bersepeda adalah hobiku. Jumlah pesepeda wanita di bali sangat sedikit. Dan selama 10 hari kemarin aku merasakan sensasi persaudaraan bersepeda dengan pesepeda wanita tangguh sejauh 700km, suka duka kami melalui, menjajah tanjakan maut dengan cuaca terik matahari. Hingga saat ini kenangan kulit hitam masih aku rasakan. Terim kasih bike to work Indonesia sebagai penyelenggara acara ini dan semua sponsor yg dermawan. 

Air terjun Desa Kanciana Kecamatan Selemadeg Timur

  

Lokasi ini berada di Kabupaten Tabanan, aku menyusurinya dengan sepeda gayung, start jam 9 pagi dari kota Tabanan dan tiba di air terjun jam 4 sore. Kami sadar perjalanan kami sangat santai dan banyak foto-foto, tiap ada tempat asik pasti rebahan dikit menikmati udara sejuk seperti foto di bawah ini : 

  
Jalan rusak memasuki banjar munduk Pakel desa Telaga Tunjung adalah hal yg umum, iya namanya juga pedalaman makanya jalan rusak, masuk desa Dalang juga jalan rusak, sebelum masuk desa Gempinis dengan jalan rusak dan menanjak itu kami sempet lah curi jambu biji karena tak nampak penghuni, padahal sebenarnya ada yg pemiliknya. 

  
Menikmati petikan buah langsung dari pohonnya memang luar biasa. Sampai pada akhirnya menemui desa gunung salak sebagai patokan menuju air terjun tersebut. 

Satu-satunya air terjun yg mudah dan cepat di akses dari jalan aspal, jalan ke bawah cuma 5 menit kok, kami santai di air terjun hanya 15 menit, 45 menitnya berendam di sungai atas, airnya sejuk dan dingin, hilang semua lelah bersepeda. Jam 5 sore go back denpasar via Desa Megati dan tiba di rumah jam 9 malam. 

Salah satu cara menikmati alam, silakan di coba teman. 

Teh Tarik Center Point Renon

  

  

Salah satu tempat rekomended untuk nongkrong santai ditemani teh tarik dan berbagai camilan nya adalah di Cafe Center point depan monumen Bajra Sandi Renon, nama penjualnya Pak Kadek Muliarta yg punya kampung istri di desa Wongaya Gede Kecamatan Penebel Tabanan. Harga per gelas hanya Rp 15.000 dengan rasa nikmat dan bijak. Buka setiap hari dari sore jam 5 sampai malam dan Ayo di coba. 

Berkebun Terumbu Karang 

 

Adopsi Coral

Terumbu karang berfungsi memberi perlindungan terhadap pantai dari ancaman ombak dan badai. Jika tidak dilindungi dan dipulihkan, kehidupan berjuta orang di dunia akan terancam.

Dukung rehabilitasi terumbu karang dengan berkebun di bawah laut dan menjadi adopter di http://indokasih.com/appeal/adopsicoral

Mangrove for Love

Perkembangan mangrove dan ekosistem di beberapa wilayah di Bali terhambat disebabkan oleh sampah yang hanyut dari berbagai tempat. Komunitas Earth Hour Denpasar menginisiasi Mangrove for Love dengan kegiatan seperti pembersihan, penanaman, pemantauan, dan pemberian edukasi.

Mari, bantu pelestarian hutan mangrove yang telah memberikan manfaat yang luas untuk semua di http://indokasih.com/appeal/mangroveforlove 

Supardi Asmorobangun di Puncak Tambora dengan Sepeda. 

 

Sharing penaklukan Tambora by bike, 090415. Sekaligus test ketahanan hawa dingin, 2.851 meter above sea level.

 Gak inget berapa lama bertahan buka baju, keasyikan  Di puncak, banyak banget yg minta Foto bareng. 

 sendirian menjelajahi Tambora. Yg janjian dulu mau berjuang bareng2 pada mundur teratur. Ada teman Jerman ikut, tp br start 2 kilometer pertama udah keder dan mundur juga karena Medan licin berlumpur. Jadi ya single fighter sampek puncak… He he. Agak nekad jugs sih.

 kurang lebih 15 jam total naik dan turun gunung Tambora, Semua cara dipakai saat bawa sepeda : naiki, lompat, tuntun, angkat, pikul. Seru pokoknya. It’s worth it.

  

Medan berlumpur bikin temen Jerman ngeper. Indonesia vs Jerman 1-0, Kita menang, he he.

Sendiri yg naik Sepeda. Kalo yg jalan kaki banyak, jd sepanjang jalan ketemu banyak pendaki juga. Tuh yg Di puncak ada banyak kepala khan.

Lebih tinggi Gunung Agung sebenarnya, cuma lokasi Gunung Tambora msh jauh dr peradaban, jd DESA terdekat ya 15 – 18 jam perjalanan. Kalo G. Agung khan hanya perlu 5 jam Kalo diambil dr pasar Agung. Kalo dibanding2, pura Pasar Agung sama dengan pos V teraKhir Tambora. Bedanya Ke Pasar Agung PAKE mobil, Kalo ke pos V Tambora Jalan mendaki menyusuri hutan, 10 – 12 jam.

Kalo Pasar Agung ibarat pos V Tambora, anggap aja masuk Rendang sbg Pos I, sudah hutan belukar, pohon besar kecil tumbang menghadang, bbrp melata diatas tanah, tp banyak jg yg melintang ¹/⁴, ¹/² atau 1 meter diatas Bumi. Aku tidak melebihkan atau mengurangi. Iya, beda peradaban sih. Ada peradaban Hindu jg dekat pos I, pura besar Tambora yg br pujawali pertama tahun lalu. Kita Di Bali menyebutnya Pura Tambora. Para pedanda di sini juga begitu menyebutnya. Lupa aku catat nama resminya.

Menakjubkan Supardi Asmorobangun!