Lawar Odah Wawan

entah mengapa 3 tahun belakangan ini aku suka banget makan lawar. Suka banget. Suka ampe kegilaan. Tiap jalan kemana pasti nyari Kuliner lawar. 

Setelah aku renungkan ternyata warisan leluhur terkait lawar ini memang bikin ketagihan. Rasa nya ini sudah lengket di lidah orang bali. 

#JaenHidupDiBali

Semoga lawar tidak punah dari dunia per_kulineran sejagat raya. 

Apel 17an Lelasan Berseri Bali

  
Bertempat di BOF baturiti Tabanan, kami merayakan kemerdekaan Indonesia yang padahal kenyataan nya Indonesia sedang di jajah perlahan. Selama 2 hari itu menikmati nya dengan berangkat sepedaan pulang juga sepedaan tapi untungnya tas-tas kita di angkut oleh Pajero Bu Tami dan Jik Eri. 

Malam harinya udara sangat dingin, di iringi lagu-lagu santai dan petikan gitar Dede, Babe Doni dan Jik Eri. Nasi kotak dan urutan babi sudah kami lahap tinggal menunggu kedatangan kambing guling. Kakak_kikik sampai jam 1.30 pagi ditemani eredPlasu begitu kata Jik Lembo dan Putu Rio. Tapi kesan yang paling hangat adalah jamuan kayukopi oleh dek Mul. Sampai pagi pun pelayanan kayukopi tetap is The best. 

Pagi itu beberapa bangun kesiangan dan bergegas sarapan dan apel upacara bendera. Aku Dan Wahgun cepat-cepat memasang Spanduk kebanggaan karena ini akan di jadikan ikon foto-foto oleh mereka. Dengan background 2 bukit, 2 sepeda dan spanduk maka semua pada antre disana. Pak ketua ngurah Budita sampai lelah teriak2 untuk memulai apel 17an. 

16-17 Agustus 2015 adalah moment yang menyenangkan.