Menanti Januari 2015

Btw kapan ada diskusi lagi,, berhubung tanggal 15 januari 2015 ada 2 agenda penting,, yaitu penetapan pendaftaran desa dan peletakan batu pertama reklamasi. Kalian sebaiknya mengambil sikap,, buat diskusi dengan topik UU desa apakah yg didaftarkan desa adat atau desa dinas? Berhubung kalau masalah reklamasi mau gak mau kalian harus terima,, karna proyek ini sudah disetujui pusat..

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/30c/19329369/files/2014/12/img_91531.jpg
Iklan

Cafe cinta

Tahukah kalian bahwa tempat makan akan mempengaruhi mood makan kita. Pemandangan yg menarik dan kebersihan tempat menjadi patokan utama. Pelayanan yang cepat dan ramah dari pelayan cafe tentu menambah kenyamanan pengunjung.

Sebuah tempat unik bernama cafe cinta beralamat di jalan pantai berawa No 69 Tibubeneng canggu memiliki moto “whatever you do, do it with love”. Terletak di kawasan Pariwisata dan sudah berjalan selama 2 tahun. Selama ini pengunjung yang datang mayoritas orang asing, tapi dari pihak managemen berharap agar komunitas ataupun orang lokal bisa datang ke cafe cinta menikmati makanan yg khas.

Lokasinya di pinggiran hamparan sawah menjadi daya tarik cafe cinta ini. Tentunya dengan adanya wifi yang okey sangat membantu pengunjung yang datang.

Berikut adalah menu-menu yang enak di cafe cinta ini :

IMG_0026.JPG

Salmon salad
Homesalted salmon, dill cream cheese, capers, sliced cucumber, mixed greens

 

Seafood spaghetti
Prawns, clams, mussels, calamari, garlic, white wine sauce

Tuna tar tar
Lightly marinated raw tuna fillet tossed with shallot and avocado

Coklat Bronis

 

napoleon

IMG_0036.JPG

Bersepeda ke desa ban

19 mei 2018.

Awal bagi Mereka bersepeda melintasi desa ban di kecamatan kubu Karangasem. Tidur di Tenda mewah milik east bali cashew. Di pikiran mereka tidak Ada bayangan bagaimana tanjakan dari kubu ke menanga. Pake jaga-jaga kami bawa 1 mobil pick up.

Kami di support kendaraan oleh east bali imersion karena 1 km menuju Tenda jalanan rusak parah. Kasihan pada sepeda kami.

Perjalanan denpasar tulamben sudah buat lelah. Sudah Lunch di kota Karangasem dan Saatnya berendem di pantai Tulamben sejenak, walau dengan pakaian basah masih hari gowes 15 km menuju Tenda.

Alhasil kami tiba pukul 1600 di tenda mewah dengan kejadian 3 temen yang tersesat sedikit. Lelah kami di bayar dengan pemandangan cantik. Disambut dengan segelas es kelapa ,

Duduk sore menikmati sunset gunung agung. Dan tampak Ada sedikit erupsi. Mandi dan istirahat menunggu dinner pukul 1900. Ahhhh perut sangat keroncongan menunggu pukul 1900. Untung Ada pop mie milik Dokter alit yg jadi Penyelamat.

Kami dinner prasmanan dengan menu lokal. Nikmat banget. Dinner sambil ngobrol kenangan selama Perjalanan. Tawa canda seru banget di antara api unggun malam itu.

Hari kedua 20 mei 2018.

Hari yang di takuti. Nanjak 1.000 meter. SeTengah tanjakan kami masih full team. Dan mulai masuk tanjakan terjal setengah dari kami sudah naik pick up. Kami Ada kejadian pick up hampir masuk got karena salah berhenti di tikungan tajam. Maklum sopir nggak pernah lewat Sana. Panas iya. Nanjak iya.

Kebahagian kami saat tuntas semua tanjakan pukul 12.30 siang di Warung kecil dekat pura . Ada yang makan godoh dan kopi untuk ganjel sebelum makan siang. Evac car sangat membantu dan semua jalur ini di luar prediksi mereka. Kata Dokter alit.

Hasilnya selama 2 hari bersama kami semakin akrab. Senangnya bertambah teman baru lagi.

Thanks untuk Adi sudewa sebagai penggagas acara ini.

Rindu daluman

11 Mei 2018

Ajakan spontan untuk gowes sore ke sawah berakhir di pasar anggabaya. Duduk di pematang sawah hanya menatap perubahan langit biru- orange..perbincangan seputar gowes bali Jakarta dengan sepeda ontel yang sudah di jalani dwi Puspa kala itu. Nyamuk sudah mulai menyerang dan angin malam membuat perut saya lapar. Ahhhh pasar malam sudah menunggu kami.

Ahhh nikmat sekali. Segelas daluman dan sepiring sayur Plecing. Pokoknya Rp 15.000 susah sangat kenyang. Dan ditutup dengan rujak nanas gula.

Tidur mewah

5 mei 2018

Tiba pukul 1800 duduk sebentar melihat sunset dan mendirikan tenda. Angin sangat kencang dan kami kesusahan mendirikan tenda. Malam itu langit cerah dan masih Ada sedikit bulan. Tidur pukul 2300 dan ternyata pukul 3 pagi angin sangat kencang dan membuat Kami dalam Tenda terbangun dan cemas jika Tenda roboh. berusaha tetap tidur dan pagi Ceria pun datang. Matahari terbit sangat sempurna… tampak gunung agung megah dengan langit biru. Ketika indah itu Ada, Cepat sekali waktu berlalu. Tiba-tiba saja sudah pukul 1100 siang. Dan saya balik ke Denpasar karena Harus Bekerja pukul 1400.

Ahhhh walau singkat tapi masih terkenang dalam pikiran , rasa indah itu.

Kebuduhan kami malam purnama.

30 april 2018 kami berdua berangkat ke danau Tamblingan pukul 2200 dan tiba dengan selamat pukul 23.30.

Sepanjang jalan sepi dan dingin , kami dengan motor masing-masing beriringan menahan dingin sepanjang jalan.

Anjing putih selalu ikut kalo camping.

Sebenarnya kenapa kami berangkat jam 2200 itu karena malam itu purnama dan kami masih persembahyangan di pura.

Agak ragu-ragu sih malam itu karena hanya kami berdua yg berangkat.

Ini dia penjaga tenda semalam. Luar biasa si putih.

Love u