Rindu daluman

11 Mei 2018

Ajakan spontan untuk gowes sore ke sawah berakhir di pasar anggabaya. Duduk di pematang sawah hanya menatap perubahan langit biru- orange..perbincangan seputar gowes bali Jakarta dengan sepeda ontel yang sudah di jalani dwi Puspa kala itu. Nyamuk sudah mulai menyerang dan angin malam membuat perut saya lapar. Ahhhh pasar malam sudah menunggu kami.

Ahhh nikmat sekali. Segelas daluman dan sepiring sayur Plecing. Pokoknya Rp 15.000 susah sangat kenyang. Dan ditutup dengan rujak nanas gula.

Iklan

Tidur mewah

5 mei 2018

Tiba pukul 1800 duduk sebentar melihat sunset dan mendirikan tenda. Angin sangat kencang dan kami kesusahan mendirikan tenda. Malam itu langit cerah dan masih Ada sedikit bulan. Tidur pukul 2300 dan ternyata pukul 3 pagi angin sangat kencang dan membuat Kami dalam Tenda terbangun dan cemas jika Tenda roboh. berusaha tetap tidur dan pagi Ceria pun datang. Matahari terbit sangat sempurna… tampak gunung agung megah dengan langit biru. Ketika indah itu Ada, Cepat sekali waktu berlalu. Tiba-tiba saja sudah pukul 1100 siang. Dan saya balik ke Denpasar karena Harus Bekerja pukul 1400.

Ahhhh walau singkat tapi masih terkenang dalam pikiran , rasa indah itu.

Kebuduhan kami malam purnama.

30 april 2018 kami berdua berangkat ke danau Tamblingan pukul 2200 dan tiba dengan selamat pukul 23.30.

Sepanjang jalan sepi dan dingin , kami dengan motor masing-masing beriringan menahan dingin sepanjang jalan.

Anjing putih selalu ikut kalo camping.

Sebenarnya kenapa kami berangkat jam 2200 itu karena malam itu purnama dan kami masih persembahyangan di pura.

Agak ragu-ragu sih malam itu karena hanya kami berdua yg berangkat.

Ini dia penjaga tenda semalam. Luar biasa si putih.

Love u