Uncategorized

Singaraja denpasar PP 1 day. Buduh

terjadi tanggal 27 Oktober 2018

Pang Engken men ketooo

Be ade mobil. Mobil jE tegakin ke singaraja.

Asli Ne dalam rangka pang Taen gen.

Start jam 6 pagi ked jumah jam 19.30.

Capek nggak ketulungan.

Lanjut dinner jumah Handik ked jam 2200

Mulih sube oleng. Capek maksimal.

Iklan

Poky

Foto poky skrg.

Saya ingin bercerita tentang poky.

6 bulan yang lalu Anjing ini aku pelihara, aku vaksin dan setelah itu kena parasit kulit.

Masih dalam proses pengobatan parasit kulit, poky pergi dari rumah. Entah Kemana. Ini cerita 6 bulan lalu.

Kaget ! Minggu ini dia datang ke rumah dalam keadaan penuh kutu dan kurus banget. Dia masih ingat aku sambil menggerakkan ekornya.

Pas aku ada waktu aku mandikan dia dan dapat 100 buah kutu anjing. Banyak banget. Mati semua itu kutu pake sabun batang. Aku beri dia makan dan aku tinggal dia keluar rumah.

Pada waktu yg tepat, sebut saja X mengatakan tidak suka pada poky. Segera buang anjing itu.

Aku berpikir keras harus bawa Kemana anjing ini.

Datang ke BAWA lodtunduh, ternyata disana sudah penuh dg anjing. Aku bawa poky ke rumah Dita. Bermaksud titip sehari dulu karena aku harus buru2 kerja.

Aku belikan nasi bungkus dan air untuk bekal dia di rumah Dita.

Jam 1300 aku tinggal dia pake motor dan dia menggonggong ingin mengejar.

Setibanya di kantor. Aku dapat berita bahwa poky pergi keluar rumah mengejar aku.

Alhasil poky sudah hilang.

Sudah seharian aku sedih mikirin poky.

Aku masih ada energi untuk merawat kamu dan menyembuhkan parasit mu.

Apa daya, X tidak merestui.

Dalam doa ku.

Semoga poky menemukan jalan terbaik.

Miss poky

Ini foto poky 6 bulan lalu

17 Agustus 2018

Tanggal merah, semua orang upacara Bendera di pagi hari. Dan saat itu sudah hujan dari pagi buta. Semua orang menunggu agar reda, satu jam menunggu, dua jam menunggu. Tak kunjung reda.

Terpaksa upacara bendera pakai payung.

Saya juga Cancel upacara bendera, jadinya nongkrong di mitos kopi, 😂😂😂

Nyari kopi

Sabtu 14 Juli 2018Kangen rute kebun kopi, saya pilih lewat plaga sampai desa mengani dan desa belantih. Nanjak iya dingin iya. Daerah ini spesial kopi arabika. Rasa kopi lebih asam. Harga lebih mahal dari kopi robusta. Mampirlah di sebuah warung desa buat beli kopi. Hanya 2.000 segelas. Entah itu kopi apa yg disajikan bu dagang. Saya belum pandai minum kopi. Pulang ke denpasar kena hujan di tukad bangkung. Makan bakso dulu deh.